elver2 photo 2012-02-26162210.jpg"/>

Jual Benih Dan Konsumsi Sidat Bicolor

Kami adalah Supplier Benih dan konsumsi untuk ikan sidat jenis bicolor silakan hubungi kami di 081327667137 (Budhy) untuk informasi lebih jelasnya atau bisa klik digambar ini.

pltu cilacap dan pengaruhnya terhadap sidat photo Pengaruhlimbahindustriterhadapikansidat.jpg"/>

Pengaruh Limbah Industri Terhadap Ikan Sidat

PLTU adalah salah satu faktor dari berbagai faktor yang langsung berpengaruh terhadap rusaknya ekosistem atau habitat ikan sidat

cara membuat kolam sidat photo kolamidealikansidat.jpg"/>

Cara Membuat Kolam Sidat Yang Baik

Kolam adalah media utama sidat dalam berkembang karena itu dibutuhkan spesifikasi khusus agar ikan sidat bisa nyaman tinggal dikolam

benih sidat bicolor photo jualbenihsidatbicolor.jpg"/>

Supplier Benih Sidat Dan Sidat Konsumsi

Kami adalah Supplier Benih sidat bicolor dan sidat konsumsi bicolor silakan hubungi kami di 081327667137 (Budhy) atau klik gambar ini.

ikan sidat di kolam terpal photo caramembuatkolamterpalikansidat.jpg"/>

Cara Memebuat Kolam Sidat Dari Terpal

Lahan untuk kolam yang terbatas dengan alternative kolam terpal ternyata efisien sekali untuk budidaya ikan sidat

Rabu, 17 September 2014

Nama Dan Ukuran Ikan Sidat

jual sidat
Glass Eel Bicolor
Jual Sidat Bicolor - Dalam dunia persidatan tentunya kita harus mengetahui nama - nama panggilan untuk sidat kesayangan kita, apalagi bagi yang sudah budidaya ikan sidat tentu sudah tidak asing dengan nama dan ukuran ikan sidat. Lain lagi bagi yang baru di dunia sidat tentu masih bingung untuk mengetahui nama dan ukuran ikan sidat, baik pada artikel kali ini kita akan membahas satu persatu untuk nama dan ukuran ikan sidat yang sudah lazim digunakan dalam dunia persidatan.

1. Glass Eel  ( Bayi Sidat )
Ini adalah fase atau stadia paling awal bagi ikan sidat yang bisa ditangkap dan dibudidayakan, dengan ciri - ciri fisik yang masih transparan, berat sekitar 0,1 - 0,2 gram per ekornya, rata-rata per kilonya berisi sekitar 5000 ekor lebih. Stadia ini adalah stadia paling sulit bagi pembudidaya.

2. Elver Muda
Pada stadia elver muda ini ciri fisik ikan sidat sudah mulai berwarna gelap, kadang kehitam-hitaman atau kemerah-merahan. berat badan sidat antara 0,3 - 0,9 gram per ekornya, rata-rata perkilogramnya berisi sekitar 2000 ekoran. Pada stadia ini ikan sidat sudah mulai bisa cepat adaptasi.

3. Elver
Stadia elver adalah stadia yang mempunyai ciri fisik sidat sudah berwarna gelap total, tergantung air temapt sidat ini berada, kadang berwarna kehitaman, kemerahan, kebiruan, atau malah kekuningan. Berat badan sidat pada stadia elver ini antara 1 - 5 gram atau 6 -10 gram setiap ekornya, stadia ini ikan siat sudah kuat untuk berada di air tawar murni atau salinitas sama dengan nol.

4. Finger
Pada stadia finger ini sidat biasa disebut dengan sebutan "fingerling" (finger=jari) atau kita bisa melihat jari jemari kita, ukurannya kurang lebih seperti jari kita ini. Berat badan mulai 11 - 20 gram, 21 - 40 gram, 41 - 60 gram, 61 - 100 gram, 100 -200 gram. Warna kulit sidat pada stadia ini ada yang merah, kuning, hitam, biru dan abu-abu. ikan sidat ukuran inilah yang paling banyak dibudidayan di indonesia, terutama buat pemula. Ikan sidat ukuran finger ini punya kelebihan yaitu mudah adapatsi, cepat besar dan sudah bagus daya tahan hidupnya.

5. Konsumsi
Ini adalah stadia paling akhir dari siklus ikan sidat, pada stadia ini ikan sidat siap diolah menjadi makanan yang lezat dan bergizi tinggi, berat rata-rata per ekornya adalah 250-400 gram atau rata-rata isi 3-4 ekor dalam setiap kilogramnya. Paling banyak diolah menjadi unagi kabayaki.

Demikian penamaan dan ukuran pada ikan sidat, semoga bisa menambah pengetahuan dan wawasan kita tentang sidat, nah bagi teman-teman sidaters yang membutuhkan benih sidat atau sidat konsumsi bisa hubungi kami di 081327667137 (Budhy) atau klik disni
By. Jual Sidat Bicolor

Senin, 18 Agustus 2014

Habitat Ideal Dalam Budidaya Sidat

budidaya ikan sidat
Kolam Budidaya Sidat
Jual Sidat Bicolor - Salah satu kunci sukses dalam budidaya sidat adalah memperlakukan sidat seperti di dalam habitat aslinya yaitu ketika hidup di alam bebas, paling tidak mendekati habitat aslinya. Banyak sekali yang salah kaprah dalam berbudidaya sidat, hingga akhirnya hasilnya tidak memuaskan atau malah ada yang sampai gagal total dan gulung tikar. Ini diakibatkan karena kurangnya pengetahuan, kurang ketekunan, kurang keuletan dan kurang teliti dalam berbudidaya sidat.

Di dalam budidaya ikan sidat kita dituntut untuk mengenal ikan sidat lebih dalam lagi baik dari sifat dan juga karakter sidat itu sendiri, kita harus mensetting kolam sedemikian rupa hingga sampai sama seperti habitat aslinya atau paling tidak mendekati habitat aslinya. Nah, untuk habitat asli ikan sidat itu seperti apa ? baik, mari kita bahas bersama-sama.

Untuk larva sidat atau biasa di sebut glass eel sampai sidat dewasa hidup pada lingkungan yang mempunyai karakteristik fisik sebagai berikut ini :
  • Suhu, untuk suhu air pada stadia glass eel bicolor atau marmorata biasanya antara 29-31 derajat celsius. Usahakan bisa stabil di suhu 29 derajat celsius untuk budidaya glass eel. Gunakan heater kolam jika diperlukan, jangan lupa pasang termometer di dinding kolam agar selalu bisa terpantau.
  • Salinitas, Untuk kadar garam terlarut dalam air kolam budidaya Glass eel berkisar antara 0 - 5 ppt. Gampangnya untuk hitungan ppt adalah gram per liter (contoh 2 ppt = 2gram per liter air), Usahakan dijaga di 2 ppt. Kalau bisa jangan gunakan garam dapur atau garam krosok, gunakan garam khusus aquarium atau bisa menggunakan air laut dicampur air tawar.
  • Oksigen Terlarut, untuk oksigen terlaru (DO) minimal yang bisa ditolelir oleh glass eel atau ikan dewasa minimal di 4ppm, jika kita tidak punya alat ukur DO bisa menggunakan pengamatan langsung di kolam, ketika kita mendapati ikan sidat banyak yang "ngobra" dengan ciri kepala nongol dipermukaan dalam waktu lama itu merupakan tanda bahwa air di kolam kekurangan oksigen sehingga ikan sidat mengambil oksigen langsung dari alam dengan cara naik ke permukaan air. Ciri kolam sidat kaya akan oksigen adalah ketika sidat hampir semua dibawah permukaan air.
  • pH, untuk kadar asam basa air atau pH yang ideal untuk pertumbuhan sidat berkisar antara 7 - 8. Hati-hati dengan air hujan karena akan menurunkan pH air kolam sidat, untuk menaikkan pH kolam budidaya sidat bisa menggunakan kapur dolomit.
  • Kecerahan air, untuk kecerahan air berkisar antara 30-40cm oleh plankton. Air untuk kolam budidaya sidat usahakan selalu jernih dan bersih, idealnya berwarna hijau jernih.
  • Karbondioksida, untuk kadar karbon dioksida terlarut maksimal di angka 25 mg/l. 
  • Amoniak, untuk kadar amoniak terlarut dalam kolam budidaya sidat maksimal 0.1 mg/l, hati-hati terhadap pakan sidat yang tidak habis dan tidak diambil, ini akan mengotori kolam dan menjadi amoniak. Amoniak sendiri merupakan musuh ikan sidat yang berbahaya, Jika kadar amoniak diatas batas maksimal akan membuat sidat tidak nafsu makan dan cenderung gampang terserang penyakit.
  • Alkalinitas, Untuk alkalinitas air pada kolam budidaya sidat berkisar antara 50-300 mg/l, alkalinitas atau kesadahan air jarang sekali dibahas dalam berbudidaya sidat, alkalinitas berhubungan erat dengan pH air. Alkalinitas sendiri adalah kemampuan kapasitas air untuk menetralkan tambahan asam tanpa menurunkan pH air kolam, alkalinitas berperan dalam menentukan kemampuan air untuk menentukan pertumbuhan alga dan plankton.
Nah itu kurang lebihnya ketika ikan sidat hidup dilingkunan aslinya, dengan parameter-parameter diatas yang sudah disebutkan paling tidak kita bisa menyesuaikan paling tidak mendekati parameter ideal di atas. Demikan habitat ideal dalam budidaya sidat, semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kita. Eia Bagi teman-teman sidaters yang membutuhkan benih sidat atau sidat konsumsi bisa hubungi kami di 081327667137 (Budhy) atau klik disni 
 
By Jual Sidat Bicolor

Selasa, 12 Agustus 2014

Alat Perangkap Sidat Ramah Lingkungan

Bubu sidat
Alat Perangkap sidat Modern
Jual sidat Bicolor - Berbagai macam cara digunakan dalam penangkapan ikan sidat, dari cara yang legal dan ramah lingkunagn seperti dengan memancing, memakai bubu / wuwu, menangkap langsung dengan tangan, menggunakan anco, menggunakan serok yang halus untuk penangkapan glass eel dan lain sebagainya, sampai dengan cara ilegal yang dilarang oleh pemerintah seperti dengan obat kimia berbahaya, penyetruman sidat, potasium dan lain sebagainya yang membahayakan keberlangsungan siklus hidup ikan sidat.

Perlu kita ketahui bahwa ikan sidat sampai saat ini masih belum bisa dipijahkan secara buatan, ini memerlukan perhatian khusus karena jika salah dalam penangkapan, metode penangkapan yang dilarang dan ilegal akan membuat ikan sidat cepat punah.

Salah satu cara penangkapan sidat yang ramah lingkungan adalah menggunakan perangkap yang dirancang khusus agar ikan sidat setelah tertangkap dalam kondisi sehat dan tidak merusak habitat asli sidat ini. Bubu atau wuwu (istilah dalam bahasa jawa) merupan solusi yang tepat digunakan dalam penangkapan ikan sidat, alat penangkap sidat bubu ini adalah alat yang hanya bisa menagkap ukuran elver sampai dengan konsumsi atau dari 5-300gram/ekor.

budidaya sidat
Bubu Sidat Paralon
Bubu dirancang menggunakan paralon tebal dengan diameter mulai dari 2 inchi sampai 4 inchi tergantung selera masing-masing, menggunakan ijep bambu dibagian mulut bubu dan menggunakan ijep waring dibagian belakang.

Cara kerja alat ini dengan melawan arus, bagian mulut bubu mengikuti arah arus dengan pakan cacing berada hampir dibelakang paralon dan waring berada dibagian akhir bubu, begitu sidat mencium bau cacing dan terangsang maka sidat otomatis masuk via mulut bubu melalui ijep bambu, disini sidat kemungkinan tertangkap sudah 50% begitu sampai pada umpan cacing sidat akan meneruskan perjalanan menuju ijep waring dan terakhir akan menetap di waring sampai perangkap sidat ini diangkat. Jika ikan sidat sudah diwaring belakang kemungkinan tertangkap sudah 100%.

Demikian sekilas tentang perangkap ikan sidat yang ramah lingkungan, semoga bermanfaat. Bagi teman-teman sidaters yang membutuhkan benih sidat atau sidat konsumsi bisa hubungi kami di 081327667137 (Budhy) atau klik disni 
By Jual Sidat Bicolor

Minggu, 29 Juni 2014

Anguilla Japonica Sidat Asli Jepang



sidat asli jepang
"Anguilla Japonica" Sidat Asli Jepang

Sidat jepang (Anguilla japonica) adalah sejenis sidat dari familia Anguillidae yang ditemui di Jepang, Korea, Vietnam, Laut Cina Timur dan Filipina utara. Seperti sidat-sidat lainnya, sidat jepang adalah ikan katadromus, menghabiskan sebagian hidupnya di air tawar dan air laut. Ekologi sidat spesies ini masih belum diketahui dengan jelas. Hingga tahun 2006, tempat bertelur sidat jenis ini sama sekali tidak diketahui.

1.       Deskripsi
Ukuran panjang tubuh dewasa 1 m hingga 1,3 m. Bentuk tubuh gilig memanjang langsing. Warna tubuh abu-abu pada bagian punggung, namun bagian perut berwarna putih. Kepala berujung membulat, mata bulat, mulutnya besar. Sidat ini tidak memiliki sirip perut, tapi memiliki sirip punggung dan sirip dubur yang bersambungan dengan sirip ekor. Kulit licin, memiliki selaput lendir, tapi juga memiliki sisik di bawah kulit. Sisik sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop. Sidat jepang diketahui memiliki sisik terkecil di dunia.

Warna tubuh sidat liar pada bagian punggung abu-abu bercampur biru kehijauan, dan sebagian di antaranya berwarna kuning pada bagian perut. Betina pada masa bertelur menunjukkan warna pembiakan, punggung berubah warna menjadi hitam, bagian perut menjadi putih perak, dan sirip dada membesar.

2.       Habitat
Populasi sidat jepang dan belut air tawar lainnya di seluruh dunia telah merosot dengan drastis. Penurunan populasi ini kemungkinan disebabkan perubahan kondisi perairan yang mengganggu kembalinya larva sidat yang disebut leptocephali ke sungai-sungai.

Tim peneliti Universitas Tokyo pada tahun 2006 berhasil menemukan lokasi bertelur sidat jepang. Berdasarkan spesimen pra-leptocephali yang baru menetas, usia 2 hingga 5 hari dan teridentifikasi secara genetik, lokasi bertelur sidat jepang diketahui berada di gunung dasar laut Suruga di sebelah barat Kepulauan Mariana (14–17° N, 142–143° E). Di lokasi yang sama, sidat jepang dewasa juga berhasil ditangkap pada tahun 2008 oleh ilmuwan dari Dinas Riset Perikanan Jepang.

Sidat dewasa bermigrasi ribuan kilometer dari sungai-sungai di Asia Timur ke lokasi tempat bertelur dalam keadaan kelaparan. Leptocephali menetas di laut terbuka dan terbawa oleh Arus Kuroshio ke utara ke habitat air tawar mereka di Asia Timur, tempat mereka mengonsumsi plankton. Setelah besar, mereka memasuki sungai-sungai dan melakukan perjalanan ke hulu tempat mereka menjadi sidat dewasa. Sidat jepang diketahui sering keluar dari air pada waktu malam dan melata di darat. Pakan terutama udang, serangga, dan ikan kecil.

Manfaat
Dalam bahasa Jepang, sidat jepang disebut unagi, dan dimakan setelah dipanggang cara kabayaki. Unagi kabayaki dihidangkan sebagai unadon dan sebagai neta untuk sushi. (Sumber om wiki)
Bagi teman-teman sidaters yang membutuhkan benih sidat atau sidat konsumsi bisa hubungi kami di 081327667137 (Budhy) atau klik disni 

Minggu, 08 Juni 2014

Pakan Alami Untuk Ikan Sidat

cacing sutra tubifex
Pakan Alami Ikan Sidat
Jual Sidat Bicolor - Pakan merupakan hal penting untuk pertumbuhan, karena semua nutrisi yang berupa protein, karbohidrat, lemak, serat, vitamin, mineral dan bahan-bahan lain bahkan probiotik atau obat pun bisa masuk lewat pakan. Karena usus sidat yang pendek kita harus memberikan pakan yang mudah untuk dicerna dan diserap dalam sistem metabolisme atau sistem pencernaan ikan sidat.

Pakan alami ada bermacam-macam jenis, dan beberapa bahan pakan sidat ada di sekitar kita sehingga mudah dalam pencarian malah kadang kita tidak asing lagi diantaranya :

1. Ikan
Anakan ikan sangat baik untuk pakan sidat, cari yang bisa dipijahkan sendiri atau juga bisa beli dengan harga yang relatif murah contohnya, anakan nila, anakan lele, dll. Atau bisa juga menangkap ikan kecil disungai.

2. Gastropoda
Adalah hewan bertubuh lunak yang berjalan menggunakan perut, yang paling umum digunakan untuk pakan sidat yaitu keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck) dan bekicot (Achantina fulica). Cara pengolahnanya bisa direbus sebentar untuk memudahkan pengambilan dagingnya, kemudian dicacah ukuran kecil mengikuti bukaan mulut ikan sidat.

3. Insekta
insekta (insecta) yang mempunyai arti serangga dengan ciri khusus yaitu kakinya berjumlah enam biasanya disebut sebagi hexapoda, banyak anggota insekta yang dapat ditemukan disekitar kita misalnya lalat, kupu- kupu, kecoak, jangkrik, semut, nyamuk dan belalang. Ini bisa digunakan sebagai pakan alami ikan sidat.

4. Oligokaeta
Oligokaeta (dalam bahasa yunani, oligo = sedikit, chaetae = rambut kaku) yang merupakan annelida berambut sedikit. Oligochaeta tidak memiliki parapodia, namun memiliki seta pada tubuhnya yang bersegmen. Habitat di air tawar atau di daratan(tanah). Cacing ini bersifat saprofit dengan memakan zat organik dan organisme yang telah mati. Contoh yang sering ditemukan di sekitar kita :
      -      cacing tanah Amerika (Lumbricus terrestris)
-          cacing tanah Asia (Pheretima)
-          cacing merah/cacing sutera (Tubifex)
-          cacing tanah raksasa Australia (Digaster longmani)
-          cacing raksasa sumatra ( Momiligester hautenii )
Mempunyai protein yang tinggi hingga 60% dan gampang sekali dicerna menjadikan cacing merupakan pakan ikan sidat paling banyak digunakan dan paling bagus untuk pertumbuhan.

5. Krustase
Krustasea adalah suatu kelompok besar dari artropoda, terdiri dari kurang lebih 52.000 spesies yang terdeskripsikan, dan biasanya dianggap sebagai suatu subfilum. Kelompok ini mencakup hewan-hewan yang cukup dikenal seperti lobster, kepiting, udang, udang karang, serta teritip. Mayoritas merupakan hewan air, baik air tawar maupun laut, walaupun beberapa kelompok telah beradaptasi dengan kehidupan darat, seperti kepiting darat. Kebanyakan anggotanya dapat bebas bergerak, walaupun beberapa takson bersifat parasit dan hidup dengan menumpang pada inangnya. Yang paling sering dimakan oleh ikan sidat adalah udang dan kepiting, udang kecil bisa digunakan untuk pakan alternatif budidaya ikan sidat.

Ada yang lain? Silakan tambahkan sendiri ya......
Bagi teman-teman sidaters yang membutuhkan benih sidat atau sidat konsumsi bisa hubungi kami di 081327667137 (Budhy) atau klik disni 
(By. Jual Sidat Bicolor) 


Rabu, 14 Mei 2014

Tentang Oksigen Terlarut Dalam Budidaya Ikan Sidat

    
kolam budidaya sidat
Oksigen Terlarut Kolam Sidat
    

Oksigen Terlarut Kolam Sidat
Pada dasarnya semua jenis ikan memerlukan oksigen untuk dapat bertahan hidup di air, baik bernfas melaui insang atau melalui paru-paru (mamalia). Khusus untuk ikan sidat sendiri malah membutuhkan supply oksigen yang tinggi min 4ppm, ketika di alam liar ikan sidat senang bersembunyi ditempat gelap dekat dengan grojokan air. Setelah masuk kolam budidaya maka kita harus menambahkan oksigen terlarut dalam air agar ideal, banyak caranya diantaranya adalah menggunakan blower, kincir, atau pompa submersibel.

Ok selanjutnya kita bahas tentang oksigen terlarut, banyaknya oksigen terlarut di dalam air biasa disebut DO (Dissolved oxygen) Dilihat dari jumlahnya, oksigen terlarut adalah satu jenis gas terlarut dalam air pada urutan kedua setelah nitrogen. Namun jika dilihat kepentingannya bagi kehidupan, oksigen menempati urutan paling atas. Sumber utama oksigen dalam perairan adalah hasil difusi dari udara, terbawa melalui presipitasi (air hujan) dan hasil fotointesis fitoplankton. Sebaliknya, kandungan DO dalam air dapat berkurang karena dimanfaatkan oleh aktivitas respirasi dan perombakan bahan organik (Sumeru, 2008).

Kekurangan oksigen dapat dialami karena terhalangnya difusi akibat stratifikasi salinitas yang terjadi. Rendahnya kandungan DO dalam air berpengaruh buruk terhadap kehidupan ikan dan kehidupan akuatik lainnya, dan jika tidak ada sama sekali DO mengakibatkan munculnya kondisi anaerobik dengan bau busuk dan permasalahan estetika (Sumeru, 2008).

Air mengalir pada umumnya kandungan oksigennya cukup karena gerakannya menjamin berlangsungnya difusi antara udara dan air. Bila pencemaran organik pada badan air, DO tersebut digunakan oleh bakteri untuk mengoksidasi bahan pencemar organik tersebut. Komposisi populasi hewan dalam air sangat erat hubungannya dengan kandungan oksigen. Kelarutan oksigen atmosfer dalam air segar atau tawar berkisar dari 14,6 mg/liter pada suhu 0o C hingga 7,1 mg/liter pada suhu 35o C pada tekanan satu atmosfer (Canter, 1977).

Pengukuran DO dengan Metode Winkler  
Metode titrasi dengan cara Winkler secara umum banyak digunakan untuk menentukan kadar DO. Prinsipnya dengan menggunakan titrasi iodometri. Sampel yang akan dianalisis terlebih dahulu ditambahkan larutan MnCl2 dan NaOH atau KI, sehingga akan terjadi endapan MnO2. Dengan menambahkan H2SO4 atan HCl maka endapan yang terjadi akan larut kembali dan juga akan membebaskan molekul iodium (I2) yang ekivalen dengan DO. Iodium yang dibebaskan ini selanjutnya dititrasi dengan larutan standar natrium tiosulfat (Na2S2O3) dan menggunakan indikator larutan amilum (kanji). Reaksi kimia yang terjadi dapat dirumuskan sebagai berikut :
MnCI2 + NaOH  à  Mn(OH)2 + 2 NaCI
Mn(OH)2 + O2 à 2 MnO2 + 2 H2O
MnO2 + 2 KI + 2 H2O à Mn(OH)2 + I2 + 2 KOH
I2 + 2 Na2S2O3 à  Na2S4O6 + 2 NaI
(Salmin, 2000)

Kelebihan metode Winkler dalam menganalisis DO (Dissolved Oxygen), yaitu:
a.    Dengan mengikuti prosedur yang tepat dan standarisasi tio secara analitis, akan diperoleh hasil penentuan oksigen terlarut yang akurat.

b.    Peranan suhu dan salinitas ini sangat vital terhadap akurasi penentuan oksigen terlarut dengan cara DO meter. 

c.    Dibandingkan dengan metode titrasi, peranan kalibrasi alat DO meter sangat menentukan akurasinya hasil penentuan pengukuran (Anonim, 2011).

Kelemahan metode Winkler dalam menganalisis DO (Dissolved Oxygen),yaitu:
a.    Penambahan indikator amilum harus dilakukan pada saat mendekati titik akhir titrasi agar amilum tidak membungkus I2 karena akan menyebabkan amilum sukar bereaksi untuk kembali ke senyawa semula.

b.    Proses titrasi harus dilakukan sesegera mungkin, hal ini disebabkan  karena I2 mudah menguap dan ada yang harus diperhatikan dari titrasi iodometri yang biasa dapat menjadi kesalahan pada titrasi  iodometri yaitu penguapan I2, oksidasi udara dan adsorpsi I2 oleh endapan (Anonim, 2011)

 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Oksigen Terlarut (DO)
1. Suhu
Suhu air merupakan regulator utama proses alamiah di dalam lingkungan akuatik. Ia dapat mengendalikan fungsi fisiologis organisme dan berperan secara langsung atau tidak langsung bersama dengan komponen kualitas air lainnya mempengaruhi kualitas akuatik.  Suhu air mengendalikan spawning dan hatching, mengendalikan aktivitas, memacu atau menghambat pertumbuhan dan perkembangan yang dapat menyebabkan kematian kalau air menjadi panas atau dingin sekali secara mendadak. Air yang lebih dingin lazimnya menghambat perkembangan, sedangkan air yang lebih panas umumnya mempercepat aktivitas. Suhu air juga mempengaruhi berbagai macam  reaksi fisika dan kimiawi di dalam lingkungan akuatik  (Canter, L.W. 1977).

2. Kecepatan Arus
Arus merupakan suatu gerakan air yang mengakibatkan perpindahan horizontal dan vertikal  massa air. Arus merupakan faktor ekologis yang penting terutama pada perairan yang arusnya cukup tinggi. Arus dapat mempengaruhi distribusi gas terlarut, garam, dan makanan serta organisme dalam air. Kecepatan arus tergantung kemiringan dasar, lebar, kedalaman sungai dan debit air. Arus yang cukup tinggi akan memaksa organisme yang hidup di dalamnya melakukan adaptasi untuk dapat bertahan sehingga pada perairan yang berarus cepat mempunyai karakteristik tertentu dengan bentuk organisme yang biasa berada di air yang tergenang. Umumnya kandungan DO pada perairan berarus deras cukup tinggi (Latief, 2003).

3. Kekeruhan (Turbiditas)
 Turbiditas merupakan suatu ukuran yang menyatakan sampai seberapa jauh cahaya mampu menembus air, dimana cahaya yang menembus air akan mengalami pemantula oleh bahan-bahan tersuspensi dan bahan koloidal.  Satuannya adalah Nephelometric Turbidity Unit (NTU), dimana 1 NTU sama dengan turbiditas yang disebabkan oleh  1 mg/l SiO2 dalam air.  Dalam danau atau perairan lainnya yang relatif tenang, turbiditas terutama disebabkan oleh bahan koloid dan bahan-bahan hakus yang terdispersi dalam air.  Dalam sungai yang mengalir, turbiditas terutama disebabkan oleh bahan-bahan kasar yang terdispersi. Biasanya jika kekeruhan cukup tinggi, maka DO yang terkandung dalam perairan tersebut rendah. Selain itu, turbiditas penting bagi kualitas air permukaan, terutama berkenaan dengan pertimbangan estetika, daya filter, dan disinfeksi.  Pada umumnya jika turbiditas meningkat, nilai estetika menurun, filtrasi air lebih sulit dan mahal, dan efektivitas desinfeksi berkurang. Turbiditas dalam perairan mungkin terjadi karena material alamiah, atau akibat aktivitas proyek, pembuangan limbah, dan operasi pengerukan (Canter, L.W., 1977). 
  (Dari berbagai sumber)

  Demikian semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita, Bagi teman-teman sidaters yang membutuhkan benih sidat atau sidat konsumsi bisa hubungi kami di 081327667137 (Budhy) atau klik disni
By. Jual Sidat Bicolor